SIAK (CHANNEL24.CO.ID) — Kabut asap dengan intensitas tipis hingga sedang mulai menyelimuti wilayah Kota Siak Sri Indrapura dan sekitarnya. Paparan asap yang membawa bau menyengat serta menurunkan jarak pandang pada pagi dan sore hari ini kian mengganggu kenyamanan dan aktivitas luar ruangan masyarakat setempat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah titik vital kota, termasuk area Alun-alun Lapangan Siak, tampak samar terhalang asap. Pada pagi hari, jarak pandang dilaporkan merosot hingga berkisar antara 1 hingga 2 kilometer.

Salah seorang warga Siak, Pebli (20), mengungkapkan bahwa aroma pekat sisa pembakaran paling kuat dirasakan menjelang malam hingga pagi hari, Senin (24/8/2026).

“Kalau pagi udara terasa agak berat dan berbau, Mata juga sedikit perih kalau naik motor tanpa helm tertutup,” tutur Pebli.

Munculnya kabut asap ini diduga kuat dipicu oleh peningkatan titik panas (hotspot) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah sekitar Riau. Cuaca terik dan musim kemarau yang sedang melanda mempercepat pembentukan asap hingga terbawa angin masuk ke pusat Kota Siak.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait ancaman kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Kita khawatirnya gara-gara kabut asap ini dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat, seperti ISPA,” tambah Pebli.

Masyarakat berharap keluhan ini direspons cepat oleh pemerintah setempat dan instansi terkait melalui langkah penanggulangan karhutla yang tegas serta tindakan pencegahan dampak kesehatan bagi warga.

 

Tim Redaksi