SIAK,(CHANNEL24.CO.ID) – Sikap arogan dan premanisme diduga kuat dipertontonkan oleh salah satu oknum karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Siak. Bukannya memberikan contoh yang baik sebagai pelayan publik atau abdi daerah, oknum berinisial F ini diduga justru memimpin sebuah gerombolan untuk melakukan penganiayaan secara sporadis terhadap warga sipil.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Aksi brutal yang tidak mencerminkan nilai kemanusiaan ini kini telah resmi menggelinding ke ranah hukum. Korban yang tidak terima atas perlakuan semena-mena tersebut langsung mengambil tindakan tegas dengan melaporkan peristiwa kelam ini ke Kepolisian Resor (Polres) Siak.

​Korban Buka Suara: “Saya Dipukul Secara Sporadis”

​Kepada awak media, korban yang masih mengalami trauma mendalam membeberkan kronologi kebiadaban yang dialaminya. Tanpa ampun, gerombolan yang diduga dikomandoi oleh oknum BUMD berinisial RC dan salah satu pelaku inisial F tersebut menghujani korban dengan pukulan bertubi-tubi.

​”Ya benar, saya telah dipukul secara sporadis. Saya tidak tinggal diam, saya telah membuat laporan resmi ke pihak Polres Siak,” ungkap korban dengan nada geram saat dikonfirmasi
Chanel24.CO.ID, Kamis (9/7/2026)

​Kini, bola panas berada di tangan aparat penegak hukum. Korban dan masyarakat luas tengah menanti taji dari Polres Siak untuk menyeret para pelaku ke pengadilan.

​”Sekarang saya tinggal menunggu langkah hukum selanjutnya dari Polres Siak. Saya minta keadilan ditegakkan seadil-adilnya,” tegas korban menuntut transparansi polisi.

​BUMD Harusnya Mengayomi, Bukan Menjadi Sarang Premanisme

​Kasus ini tentu mencoreng wajah instansi plat merah di Kabupaten Siak. BUMD yang dibiayai oleh uang rakyat seharusnya diisi oleh SDM yang berintegritas, bukan justru memelihara oknum yang bermental preman dan gemar main hakim sendiri secara brutal.

Polres Siak kini diuji untuk segera menangkap gerombolan pelaku demi marwah penegakan hukum di Bumi Melayu.

Laporan: Masroni