LABUHANBATU, (CHANNEL24.CO.ID) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu terus berupaya menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi daerah. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui program Outlet Inflasi (OLIF) yang menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Untuk memastikan program tersebut berjalan dengan baik, Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, SH, bersama Plh. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Ratna Sari Dewi serta Sekretaris Disperindag Hamdi M. Sir, turun langsung meninjau kios OLIF di Pasar Glugur, Rantauprapat, Senin (7/9/2026).

Peninjauan tersebut turut didampingi perwakilan Bank Indonesia (BI) dan Bulog. Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung operasional kios sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Saat ini, Pemkab Labuhanbatu bersama BI dan Bulog telah membuka empat gerai/kios OLIF di sejumlah lokasi. Dua kios berada di Pasar Glugur Rantauprapat, satu kios di Desa Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, serta satu kios di Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan.

Melalui kios OLIF, masyarakat dapat memperoleh sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangkau. Program tersebut juga menawarkan promo berupa bonus setengah kilogram ayam bagi masyarakat yang berbelanja minimal Rp60.000 dengan ketentuan transaksi dilakukan menggunakan QRIS.

Pj. Sekda Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, mengatakan keberadaan kios OLIF diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah, dalam menghadapi fluktuasi harga bahan pokok.

“Dengan adanya kios OLIF ini kita berharap dapat membantu masyarakat, khususnya menengah ke bawah, untuk menetralkan harga-harga yang terlampau tinggi,” ujarnya.

Abdi juga meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan dan aktivitas kios OLIF di lapangan. Menurutnya, koordinasi yang baik diperlukan agar program tersebut dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kalau bisa buat grup WhatsApp agar lebih mudah berkoordinasi dengan masyarakat maupun pedagang pengelola kios OLIF. Tujuannya untuk memastikan program ini berjalan efektif di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan program OLIF merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan Bulog, serta sebagai tindak lanjut kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Secara umum, keberadaan outlet pengendali inflasi atau outlet pangan merupakan salah satu instrumen pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Program tersebut juga diharapkan dapat membantu mempertahankan daya beli masyarakat, terutama ketika terjadi kenaikan harga di pasar.

Program OLIF mengedepankan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Keterjangkauan harga dilakukan antara lain melalui operasi pasar di berbagai titik dan Gerakan Pangan Murah. Sementara itu, ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dan dapat diperoleh masyarakat dengan harga yang wajar.

Hingga saat ini, antusiasme masyarakat terhadap keberadaan kios OLIF di Pasar Glugur terpantau cukup tinggi. Pemkab Labuhanbatu berharap program tersebut dapat terus berjalan secara optimal dan menjadi salah satu solusi dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan inflasi di daerah.

Laporan: Ari