PEKANBARU,(CHANNEL24.CO.ID) – Kota Pekanbaru mendadak gelap gulita akibat pemadaman listrik total (blackout) yang terjadi pada Jumat malam (22/5/2026). Mengantisipasi kerawanan kamtibmas di bawah kepungan kegelapan, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau bergerak cepat menggelar patroli gabungan berskala besar guna mempersempit ruang gerak pelaku kriminalitas.
Namun, di tengah situasi darurat tersebut, sebagian oknum justru memanfaatkan momentum untuk bertindak nekat. Dua pemuda di Jalan Naga Sakti, Kota Pekanbaru, kedapatan asyik mengonsumsi narkotika jenis ganja di sebuah kafe, alih-alih ikut menjaga kewaspadaan lingkungan.
Aktivitas ilegal tersebut langsung terendus oleh tim gabungan yang sedang menyisir wilayah rawan. Tanpa buang waktu, petugas menyergap dan mengamankan kedua pria tersebut beserta barang bukti. Malam yang mereka kira aman di bawah bayang-bayang blackout, justru berakhir di balik jeruji besi setelah keduanya digelandang ke Polsek Binawidya untuk proses hukum lebih lanjut.
Operasi taktis di tengah kegelapan ini merupakan kolaborasi intensif yang melibatkan personel Ditreskrimum Polda Riau, Ditsamapta Polda Riau, Satbrimob Polda Riau, hingga jajaran Polresta Pekanbaru. Langkah kilat ini diambil demi memberikan rasa aman bagi warga yang cemas akan potensi kejahatan jalanan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol M. Hasyim Risahondua, menegaskan bahwa patroli intensif ini adalah langkah preventif (perisai) terhadap lonjakan kriminalitas saat kota kehilangan penerangan. Fokus utama petugas adalah menyikat habis potensi tindak pidana C3 (Curanmor, Curat, Curas), aksi geng motor, hingga praktik premanisme.
“Patroli ini kami lakukan untuk memastikan situasi Kamtibmas tetap kondusif di tengah kondisi blackout. Kami mengantisipasi potensi tindak pidana C3, aksi geng motor, hingga premanisme yang dapat meresahkan masyarakat,” ujar Kombes Hasyim, Sabtu (23/5/2026).
Pergerakan tim malam itu menyisir rute-rute krusial dan titik rawan kejahatan di Kota Bertuah. Mulai dari kawasan Kecamatan Binawidya, Kecamatan Sail, sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, hingga area di sekitar Stadion Utama Panam yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya massa.
Sembari meredam ruang gerak pelaku kejahatan, aparat kepolisian juga melakukan pendekatan humanis dengan mengetuk kesadaran warga agar melipatgandakan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.
”Masyarakat diingatkan untuk tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center 110 jika mengendus adanya pergerakan mencurigakan atau tindak pidana di sekitar pemukiman mereka selama listrik padam,” pungkas Kombes Hasyim.(Red)




