​SIAK,(CHANNEL24.CO.ID) – Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Siak pada Senin (15/6/2026) mendadak panas. Kinerja buruk PT Bumi Siak Pusako (BSP) dalam mengelola lingkungan hidup berbuntut panjang. Berang karena BUMD kebanggaan daerah itu dihadiahi “Proper Merah” oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan, langsung menembak mati dan mendesak Plt Direktur sekaligus General Manager (GM) PT BSP, Raiham, untuk segera angkat kaki dari jabatannya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Rapor merah dari kementerian ini menjadi tamparan keras sekaligus rekam jejak terburuk dalam sejarah korporasi PT BSP.

​”12 tahun sejak saya di sini, tak pernah saya dengar ada proper merah ini. Kenapa bisa merah? Siapa yang bertanggung jawab atas persoalan ini?” cecar Indra Gunawan dengan nada tinggi di hadapan manajemen PT BSP.
​”Ngurus Sampah Tak Becus, Apalagi Urus Minyak!”

​Kritik yang dilayangkan politisi Partai Golkar ini tidak sekadar teguran administratif, melainkan serangan telak terhadap kompetensi kepemimpinan Raiham. Indra menilai, rapor merah dari KLH adalah bukti nyata ketidakmampuan manajemen dalam mengelola hal-hal mendasar yang bahkan tidak memerlukan modal besar.

​”Kalau Bapak bertanggung jawab, Bapak mengundurkan diri saja dari GM. Dengan konsekuensi seperti ini, berarti Bapak tak mampu memanajemen itu,” tegas Indra tanpa tedeng aling-aling.

​”Pak Reihan, ini baru bicara sampah—masalah kecil yang tak pakai modal—ini pun Bapak tak mampu. Ngurus sampah saja tak becus, apalagi ngurusi minyak!” lanjutnya dengan nada menohok.

​Stop Politik “Saling Sikut” di Tubuh BUMD

​Indra juga mengendus adanya aroma ketidaksolidan dan intrik politik internal di tubuh PT BSP yang diduga menjadi pemicu merosotnya kinerja perusahaan. Ia memperingatkan dengan keras agar para petinggi dan karyawan PT BSP berhenti bermain politik praktis di dalam lingkungan kerja.

​”Cukup kami di lembaga dewan yang berpolitik. Jangan kalian di PT BSP juga berpolitik, saling sikut dan saling menjatuhkan! Fokus saja dengan pekerjaan. PT BSP itu milik kita semua yang akan kita warisi ke generasi berikutnya,” cetus Indra mengingatkan.

​Pasrah dan Mengaku Salah
​Mendapat serangan bertubi-tubi dan desakan mundur yang memojokkan posisinya, Plt Direktur PT BSP, Raiham, tidak berkutik. Ia hanya bisa pasrah dan mengakui bahwa predikat buruk dari kementerian tersebut sepenuhnya merupakan dosanya secara struktural.

​”Yang bertanggung jawab atas proper merah dari KLH adalah saya, dan konsekuensinya akan diperbaiki ke depannya,” ujar Raiham singkat, tanpa mampu memberikan pembelaan berarti.

​DPRD Siak kini memberikan tenggat waktu dan menunggu surat resmi dari PT BSP untuk menjadwalkan klarifikasi langsung ke Kementerian LH, serta melakukan cross-check faktual ke lapangan.

Publik kini menunggu: apakah Raiham punya nyali dan urat malu untuk mundur, atau tetap bertahan di kursinya sembari membawa beban rapor merah tersebut?

LAPORAN : MASRONI