SIAK (CHANNEL24.CO.ID) — kondisi udara di kabupaten Siak kian hari makin memprihatinkan, kini Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin pekat menyelimuti wilayah Kabupaten Siak, Riau (4/9/2026/).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Khusus nya di wilayah kota Siak, Kondisi kualitas udara terus memburuk, kabut asap semakin memekat, bau udara kian menyengat, kualitas udara yang terus memburuk ini mulai mengganggu aktivitas sehari-hari dan memicu kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi anak-anak dan balita.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (4/9/2026), kabut asap yang berasal dari maraknya kejadian karhutla di wilayah kabupaten Siak, salah satunya dari titik karhutla di dekat kawasan Taman Nasional (TN) Zambrud membuat suasana Kota Siak diselimuti kepekatan kabut asap tebal. Bau menyengat khas sisa kebakaran lahan juga mulai tercium kuat hingga ke pemukiman warga.

Akibat buruknya kondisi udara, warga terpaksa membatasi aktivitas di luar rumah, khususnya pada pagi hari. Kebiasaan rutin seperti jalan pagi maupun menjemur bayi kini terhenti karena paparan asap yang berbahaya bagi kesehatan pernapasan.

Daffa Islamovic, salah satu warga Siak, mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi udara yang kian hari kian tak kondusif. Ia mengaku bahwa ia dan keluarganya sangat sensitif terhadap paparan asap.

“Semakin hari kabut asap di kota Siak semakin tebal, khususnya di pagi hari. Saya sangat mengkhawatirkan kesehatan anak dan keluarga. Aktivitas seperti jalan pagi bersama si buah hati sudah tidak bisa dilakukan lagi seperti biasa, karena takut terpapar kabut tebal yang memicu ISPA,” ujar Daffa.

Selain itu, Daffa juga menyangkan prilaku masyarakat yang masih sering melakukan pembakaran sampah secara sengaja dan sembarangan, karna prilaku tersebut dapat memperparah kondisi udara.

“Sayangnya para warga masih suka melakukan pembakaran sampah secara sengaja dan sembarangan, padahal itu bisa memperburuk kualitas udara” tutur Daffa.

Daffa juga berharap pihak pemerintah daerah dapat memberlakukan himbauan ataupun sosialisasi kepada masyarakat, agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sengaja dan sembarangan lagi.

Ia berharap ada langkah tegas dari pihak berwenang serta kesadaran kolektif dari masyarakat agar kualitas udara di Negri istana dapat segera membaik dan aktivitas masyarakat kembali normal.

 

Tim Redaksi.