SIAK, (CHANEL24.CO.ID) — Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali mengintai Kabupaten Siak. Penurunan curah hujan secara drastis yang bertepatan dengan masuknya puncak fenomena El Nino Kuat per Agustus 2026 berpotensi memicu lonjakan titik panas (hotspot) secara masif di wilayah ini.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 13 Agustus 2026, intensitas curah hujan di Kabupaten Siak berada pada kategori sangat rendah, yakni hanya berkisar antara 10 hingga 50 mm. Kondisi ini diperparah oleh Indeks El Nino yang telah menyentuh angka +2,77 (Fase Kuat). Fenomena cuaca ekstrem ini diproyeksikan akan terus bertahan hingga awal tahun 2027 mendatang.
Kalaksa BPBD Kabupaten Siak menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas di lingkungan tempat tinggalnya, beliau meminta masyarakat khususnya di wilayah kabupaten Siak agar jangan melakukan pembersihan lahan dengan cara di bakar.
“Kami meminta kepada masyarakat agar tetap menjaga kondusifitas di lingkungan tempat tinggal dan kebunnya masing masing, untuk meminimalisir terjadinya karhutla, kami meminta jangan ada yang melakukan pembersihan lahan ataupun pembukaan lahan dengan cara dibakar” tegas Novendra Kasmara kalaksa BPBD kabupaten Siak.

Selain itu, menanggapi situasi krusial ini, seluruh lini masyarakat, pemerintah kampung, Masyarakat Peduli Api (MPA), pelaku usaha, hingga instansi terkait diimbau untuk segera memperketat kesiapsiagaan melalui tiga langkah antisipasi utama:
STOP Pembukaan Lahan dengan Cara Dibakar: Dilarang keras membersihkan atau membuka lahan pertanian/perkebunan menggunakan api. Vegetasi yang mengering akibat kemarau panjang membuat percikan api sekecil apa pun dapat merambat dengan sangat cepat.
Perkuat Patroli & Edukasi Berkelanjutan: Pemerintah kampung dan jajaran Satgas diminta mengintensifkan pengawasan di titik-titik rawan Karhutla serta terus memberikan pemahaman langsung kepada warga.
Aksi Lapor Cepat: Warga diharapkan segera melaporkan kemunculan titik api sekecil apa pun kepada petugas terdekat guna tindakan pemadaman dini sebelum meluas.
Kewaspadaan ini tidak boleh hanya di puncak kemarau Agustus–September saja, melainkan wajib dipertahankan hingga awal tahun depan mengingat durasi El Nino yang diprediksi berlangsung cukup panjang. Sinergi seluruh elemen menjadi kunci utama agar Siak terhindar dari bencana asap dan kerusakan lingkungan hidup.
Tim Redaksi





