SIAK, (CHANNEL24.CO.ID) — Politeknik Negeri Padang (PNP) Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Pelalawan kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis teknologi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2026, tim akademisi meluncurkan teknologi inovatif berupa Smart Kumbung IoT berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta pelatihan digital marketing bagi kelompok petani jamur tiram di Kabupaten Siak (21/82026).

Program strategis ini difokuskan di Kampung Empang Baru, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak. Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan efisiensi dan fleksibilitas kerja yang selama ini dihadapi oleh para pembudidaya jamur tiram lokal dalam menjaga kelembapan ideal kumbung (rumah jamur).

Dukungan Kemdikti Sainstek dan Rangkaian Implementasi Program pengabdian ini didanai penuh oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan / Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KemdiktiSainstek) RI TAHUN 2026, Serta hibah Bima pengabdian kepada masyarakat.

Skema pendanaan ini didedikasikan bagi para dosen tinggi yang memiliki komitmen kuat dalam mentransformasikan hasil riset dan inovasi langsung ke tengah masyarakat.

Kegiatan pengabdian telah mengakar sejak Mei 2026. Tahapan diawali dengan survei lokasi mendalam guna mengidentifikasi kebutuhan teknis, kondisi lingkungan kumbung, hingga kesiapan komponen pendukung di lapangan.

Sasaran utama penerima manfaat adalah Kelompok Tani “Maju Jaya”, sebuah kelompok budidaya jamur tiram lokal yang beranggotakan 10 orang petani aktif.

Ketua Pelaksana Kegiatan Pengabdian Masyarakat PNP PSDKU Pelalawan, Dedi Tri Laksono, menjelaskan bahwa keterlibatan 10 petani secara langsung dalam proses instalasi dan operasi teknologi menjadi kunci keberhasilan program ini.

“Kegiatan yang sudah berjalan sejak bulan Mei 2026 ini kami rancang khusus untuk meningkatkan produktivitas para petani jamur tiram di Kampung Empang Baru. Pendanaan resmi dari DPPM Kemdikti Sainstek ini diperuntukkan bagi dosen yang berkomitmen melakukan pengabdian berdampak nyata. Kami berharap keberadaan Smart Kumbung IoT PLTS ini menjadi titik balik efisiensi budidaya jamur di daerah ini.” Ungkap Dedi Tri Laksono, Ketua Pelaksana / Dosen PNP PSDKU Pelalawan.

Inovasi ini disambut hangat oleh warga lokal, Penggunaan sistem penyiram mist maker terbukti memangkas tenaga harian yang sebelumnya dihabiskan untuk penyiraman manual, sekaligus menciptakan mikroiklim yang ideal bagi pertumbuhan spora jamur tiram secara optimal.

“Adanya teknologi mist maker ini sangat membantu dan meringankan kerja kami sehari-hari sebagai petani jamur tiram. Efektivitas kerja meningkat pesat, kami tidak perlu lagi khawatir kelembapan kumbung terganggu saat suhu udara panas. Terima kasih banyak kepada tim dosen Politeknik Negeri Padang.” Ungkap Nofri Eka Rusdiani Anggota Kelompok Tani Maju Jaya usai sosialisasi yang dilakukan.

Pemasaran Digital untuk Keberlanjutan Ekonomi Tidak hanya menyentuh aspek produksi, para dosen PNP PSDKU Pelalawan juga memberikan pembekalan dan pendampingan digital marketing.

Langkah komprehensif dari hulu ke hilir ini bertujuan agar hasil panen jamur tiram yang melimpah dapat dipasarkan secara lebih luas, memotong rantai distribusi yang tidak efisien, dan menaikkan margin keuntungan petani.

Melalui integrasi teknologi ramah lingkungan, otomatisasi kumbung, dan digitalisasi pemasaran, program pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kemandirian ekonomi warga Kelompok Tani Maju Jaya serta menjadi percontohan (pilot project) inovasi pertanian modern di Kabupaten Siak.

 

Tim Redaksi