SIAK,(CHANNEL24.CO.ID) – Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit Indonesia (APCASI) resmi menyepakati sejumlah langkah strategis untuk mempercepat efisiensi logistik. Fokus utama kesepakatan ini mencakup perbaikan infrastruktur jalan akses serta peningkatan fasilitas operasional pelabuhan di Kawasan Tanjung Buton.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Keputusan tersebut dihasilkan dalam Rapat Koordinasi APCASI pada 10 Agustus 2026 dan dituangkan melalui surat pemberitahuan resmi bernomor 027/S-P/APCASI/VIII/2026.

​Gotong Royong dan Komitmen Perbaikan Jalan 5 Tahun

Dalam rapat tersebut, seluruh perusahaan anggota APCASI sepakat berkontribusi dalam pengadaan material perbaikan jalan daerah Sungai Rawa. Guna efisiensi biaya melalui negosiasi kolektif pengadaan batu base dan jasa armada angkut (trucking), pelaksanaan perbaikan jalan ini dikoordinasi langsung oleh Bapak Nelson dari PT Ekasapta Paramita Energi (EPE).
​
​Berdasarkan notulen rapat yang diterima Channel24 pada Senin (17/8/2026), seluruh perusahaan anggota APCASI sepakat berkontribusi dalam pengadaan material perbaikan jalan di daerah Sungai Rawa.

​”Guna efisiensi biaya melalui negosiasi kolektif pengadaan batu base dan jasa armada angkut (trucking), pelaksanaan perbaikan jalan ini dikoordinasi langsung oleh Bapak Nelson dari PT Ekasapta Paramita Energi (EPE),” tulis kutipan notulen hasil kesepakatan tersebut.

​Sebagai penerima manfaat terbesar sekaligus bentuk kepedulian terhadap kenyamanan masyarakat sekitar, pihak PT EPE menyatakan komitmennya untuk melakukan perawatan dan perbaikan jalan tersebut secara mandiri selama jangka waktu 5 tahun.

​Peningkatan Pencahayaan Dermaga dan Skema Operasional

Untuk menunjang operasional pengapalan pada malam hari, instalasi penerangan dermaga dengan estimasi biaya Rp12.500.000 akan ditanggung sepenuhnya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Kawan Lama Cemerlang selaku penyedia tongkang.

​Sementara itu, terkait usulan biaya pemakaian listrik sebesar Rp1.200.000 per tongkang yang diajukan pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), pihak APCASI saat ini masih melakukan kalkulasi dan pertimbangan lebih lanjut.

​Optimalisasi Beaching Jetty dan Dorongan Operasional 24 Jam

Guna memperluas kapasitas layanan, fasilitas Beaching Jetty (pemuatan manual menggunakan truk) dijadwalkan mulai beroperasi pada awal September 2026. Fasilitas ini mampu menampung tongkang ukuran 250 feet dengan kapasitas hingga 4.000 MT. Dengan hadirnya dermaga ini, para pembeli (buyer) memiliki dua opsi sistem pemuatan (loading), yaitu menggunakan conveyor maupun manual by truck.

​Seiring peningkatan fasilitas mulai dari perawatan akses jalan, penambahan dan penguatan bronjong fondasi jetty, hingga pencahayaan—pengguna fasilitas (shipper) dikenakan tarif sebesar Rp6.500 per MT. Kombinasi peningkatan infrastruktur ini diharapkan dapat memicu percepatan alur muat, sehingga APCASI mengajukan permohonan resmi agar proses pemuatan pada kapal (vessel) dapat berjalan penuh selama 24 jam nonstop.

Laporan: Masroni