​SIAK,(CHANNEL.24.CO.ID) – Masyarakat Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, tampaknya harus mulai rajin berdoa agar daerah mereka sering-sering dikunjungi pejabat tinggi Kabupaten, Propinsi bahkan mungkin pejabat Pusat. Sebab, hanya lewat jalur “kemolekan wajah birokrasi” itulah, aspal mulus yang menjadi hak warga baru bisa turun dari langit.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

​Vidio ini memperlihatkan realitas telanjang infrastruktur kita. Lubang-lubang jalan yang dalam dan mengangga yang oleh warga lokal sudah dianggap seperti “Tak Diurus” Sebagai “ranjau maut” Seolah pejabat menutup mata hatinya terhadap kepentingan infrastruktur masyarakat

​Selama bertahun-tahun, keluhan warga, laporan resmi, hingga video jalan menapkannya asli kondisi sebenarnya.

Alasan anggaran selalu menjadi tameng sakti pemerintah daerah Kabupaten Siak, untuk memaklumi kelalaian mereka.

Namun, begitu ada kabar sang pejabat ingin melintas, anggaran gaib itu mendadak cair, birokrasi yang biasanya lambat berubah menjadi sekencang mobil balap.

​Ini bukan sekadar soal jalan rusak, ini adalah soal skala prioritas yang cacat. Mengapa keselamatan nyawa warga yang membayar pajak setiap tahun harus kalah penting dibandingkan kenyamanan pantat pejabat yang hanya lewat lima menit?

​Fenomena “bila pejabat lewat, aspal pun mengkilap” ini adalah tamparan keras bagi fungsi pelayanan publik. Pemerintah Kabupaten Siak, seolah hadir bukan untuk melayani rakyat yang membutuhkan, melainkan untuk menjilat atasan demi menjaga citra dan jabatan.

​”Kualitas aspal di negeri ini ternyata tidak ditentukan oleh standar teknik sipil, melainkan oleh seberapa tinggi jabatan orang yang akan melewatinya. Sungguh ironis, warga harus bertaruh nyawa setiap hari, sementara pejabat hanya perlu takut pada debu yang menempel di mobil dinas mereka.”ujar warga yang ditanyain langsung Channel24, Senin ( 22/6/2026).

Dikonfirmasi Kadis PU Siak, Ardi Irfandi, hingga berita ini tayang belum dapat dimintai jawaban.

Laporan: Masroni